Tuesday, February 16, 2016

Menahan Diri

Kedewasaan seseorang bisa jadi dapat diukur dari seberapa besar orang itu dapat menahan diri. Ya, menahan diri dari emosi, baik emosi yang baik maupun emosi yang buruk. Enggak akan menggunakan istilah yang sulit untuk mendefinisikan emosi baik dan emosi buruk disini. Emosi baik seperti luapan rasa bahagia yang berlebihan. Emosi buruk seperti luapan marah yang berlebihan. 

Postingan ini aku hanya ingin meluapkan apa yang aku rasakan saat ini. Jenis emosi seperti apakah yang aku punya saat ini?. Andai terapi otak yang ada di novelnya Tere Liye "hujan" bener-bener ada, rasanya aku ingin menekan Ctrl+X (delete). Apa yang ingin aku delete?. saat ini aku ingin mendelet memori yang mampu membuat emosiku gak stabil. 

Ya, andai hard disk yang ada di otak ini seperti halnya hard disk yang ada di komputer. Aku bisa pilih-pilih file mana yang gak aku butuhkan atau aku suka, gampangnyaaa... tinggal klik kanan lalu klik delete. Ah, tapi jika hard disk ini ada di otak manusia, tentu tidak akan semudah itu bukan?. Ah, yaa.. andai dunia kedokteran dan teknologi udah bisa memetakan memory manusia, ingin banget ingin banget aku hapus memori itu.

Baiklah... kuteggakkan sandaran kursi kerjaku, kutegakkan punggungku, kuhela nafas dan kutahan dibawah diafragma kemudian kuhembuskan dengan perlahan. Kupejamkan mata sejenak... kunikmati rasa sakit yang menyesakkan ini, lalu... kubuka mata ini dan terakhir aku terseyum. 

Kali ini aku mampu menahan diri, walaupun masih berkecamuk. Setidaknya, aku bisa memasang topeng bahagia di hadapan orang-orang. Akan kusimpan uneg-uneg ini nanti malam dihadapan Dia. Pada akhirnya aku hanya perlu berusaha untuk menjadi dewasa di usiaku yang tak muda lagi.

ya sudahlah... karena memang sudah salah start. senyum itu solusinya. 

No comments:

Categories

Labels

zube's verden

zube's FunClub