Sunday, April 17, 2011

Aku Pindah Agama, bukan karena Menghianati Tuhan

Tiga kali saya nonton Film garapan terbaru Hanung Bramantyo, "Tanda Tanya". Tiga kali pula saya treyuh, tertawa, kagum, dan nangis ketika nonton film ini. Heran, ada yang bilang film ini "haram".. kenapa ya?!. Apa karena di film ini mempertontonkan fakta tentang perilaku orang Indonesia yang beratribut Islam?! Aaahhh.... atau haram karena ada orang Islam yang nyaman bekerja di restoran yang menjual BABI, ataauuuu..... ada orang ISLAM yang memerankan YESUS pada saat Paskah?!...

Saya orang yang mencintai Alloh SWT dan mempercanyai-NYa sebagai Sang Pencipta, Sang Maha Agung, Maha Akhir, Yang Maha Kudus. Saya juga setuju dengan apa yang di omongkan oleh Romo gereja di Film itu, "Kehancuran suatu agama dan keimanan, itu disebabkan karena kebodohan umatnya, maka jangan sekalipun Anda berbuat hal yang bodoh".

Agama itu suatu keyakinan, dan berTuhan adalah sebuah rasa. Kenapa film sebagus ini harus diboikot oleh sekelompok orang yang merasa tersinggung?!?.. Lalu, kenapa harus tersinggung?... Malu ya?... melihat fakta, ketika ada scene mengatasnamakan Alloh Maha Besar ... dan merusak, menghancurkan, mengambil yang bukan haknya dan dengan tidak bertanggung jawab pergi begitu sajaaa....

Saya tidak bisa berfikir jernih memahami beberapa golongan yang menentang konsep plurarisme. Plurarisme itu fakta di Indonesia, kita hidup di negri apa seh?... sebuah negeri yang mempercayai 5 agama besar too... apa jangan-jangan saya salah dalam memahaminya ya?.

Aku pindah agama, bukan karena menghianati Tuhan...
tokoh Rika yang murtad diperankan dengan baik oleh Endhita, seorang ibu yang membesarkan anak laki-lakinya yang sholeh dengan cinta kasih dan bekas seorang wanita sholehah, berkrudung dan pernah sakit hati karena dikhianati kesetiannya oleh suaminya karena wanita lain. Ini bentuk protes atas poligami yang diperbolehkan oleh Islam, lalu ia memilih pindah Katolik, karena mungkin dengan alasan di Katolik tidak ada poligami, sehingga ia pernah berkata "Ia pun berjanji untuk menyembuhkanku". sebuah pergolakan batin yang sangat hakiki atas rasa percaya atas kehadiran tuhan. dan setidaknya Rika berani untuk memilih.

Tokoh Suryo yang diperankan oleh aktor kesukaan saya, Agus Kuncoro, begitu pasrahnya bersujut dihadapan Alloh setelah ia memerankan Yesus. Ia hanya pelaku kehidupan yang fana ini.

Atau tokoh Engkong, yang diperankan oleh Hengki Solaiman, seorang Tionghoa yang mampu meyelami sifat-sifat Islam, lebih Islam dibandingkan dengan orang Islam sendiri (maaaluuuu gak seeeehhh)... Lalu Ia mewasiatkan kepada Pin Hen, anaknya untuk memilih. Dan pada akhirnya Pin Hen pun memilih Islam sebagai jalan hidupnya.

Ketika media Film merupakan salah satu media pendidikan alternatif, lalu apa yang bisa diajarkan oleh generasi muda saat ini.. Jika yang dipertontonkan adalah film-film setan.Parahnya, saya tidak mendengar tuuuhhh.... golongan2 yang merasa sakit hati tadi, merasa kepanasan dengan hadirnya film-film yang lebih tidak mendidik. Mosok, bintang "horor" dari negri paman Sam, negri matahari terbit, dan negri gajah putih dibiarkan begitu saja membodohi rakyat Indonesia yang lugu-lugu. PARAAAHhh.........................

sodarawan/sodarawati, tontonan mana yang lebih baik... plurarisme atau pornografi atau setanisme?!

Yang pasti Film karya Hanung ini, adalah melati diantara tersebarnya film-film tidak bermutu (suster keramsalah, kutilanak kesurupanlah... *maaf tidak bermaksud mendeskritkan*).

-salam


1 comment:

Achmad Firdaus said...

sama seperti saya, saya tersentuh, terharu, melihat berkali kali filim ini, Dan aku suka moto nya, " Aku berpindah agama bukan karna aku menghianati Tuhan"

Categories

Labels

zube's verden

zube's FunClub